From Zero to Hero

Stella … Stella….Stella…, begitulah teman temannya sering memanggilnya, dan dengan terbatah batah Stella membalas sapaan temannya dengan senyum persahabatan. Ya dia adalah Stella Olivia, sosok pribadi yang sederhana, aktif, serta berjiwa besar ini adalah salah satu dari sekian banyak teman temannya yang belajar di SMA Kebon Dalem, yang sungguh mengalami sapaan Tuhan melalui persahabatan di SMA Kebon Dalem, sehingga Stella Olivia ini sekarang menjadi pribadi yang mampu menangkap panggilan Tuhan sebagai pribadi yang bisa mengembangkan talentanya dalam hal tulis menulis. Dan dari kegemaran menulisnya ini Stella Olivia ini mampu mengoleksi karyanya menjadi suatu karya yang laur biasa, selain berdampak bagi dirinya juga berdampak sosial bagi orang orang di sekitarnya. Bukti nyatanya adalah bahwa Stella Olivia ini mampu memprakarsai berdirinya Rumah Baca “Wellcome Friends” di beberapa wilayah di Indonesia. Puji Tuhan bahwa dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, Stella boleh menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk melayani sesama dalam bentuk Rumah Baca ini”
Rumah baca ini seperti yang di sampaikan Stella dalam tulisannya kepada SMA Kebon Dalem berada di beberapa wilayah di Indonesia seperti Garut, Lumajang, Kepulauan Riau dan juga Bantul. Sungguh bahwa keberhasilan yang dialaminya ini salah satunya tak lepas dari peran dari teman teman seangkatan dan juga para guru semasa belajar di SMA Kebon Dalem, bahwa senyata nya proses pendampingan proses belajar dan pendampingan karakter yang terjadi di SMA Kebon Dalem sangatlah berdampak pada pribadi Stella. Pendampingan karakter itu diantaranya adalah kegiatan rohani seperti Rekoleksi, Retret, kegiatan sosial seperti Community Service, Orientasi Profesi, Live In, Bakti sosial dan lain dari pada itu ada juga pengembangan potensi siswa seperti basket, futsal, IT, robotik, game tech, bahasa mandarin, club bahasa inggris, paduan suara, dll. Itulah beberapa kenangan dan pengalaman yang membantuk Stella sampai menjadi seperti sekarang ini. Sukses terus untuk Stella dan juga SMA Kebon Dalem dalam mendampingi para siswa menuju cita citanya. Tuhan memberkati.

Berikut Sapaan Stella Olivia melalui surat elektronik yang dikirim ke SMA Kebon Dalem:

Halo! Saya Stella Olivia, alumni SMA Kebon Dalem Semarang tahun 2009-2012. Masa SMA menjadi salah satu momen terbaik dalam hidup saya karena itu kali pertama saya keluar dari rumah dan merantau ke luar kota sebagai anak kos, mengenal banyak guru mengesankan yang menjadi inspirasi saya, berdinamika bersama teman-teman untuk mengetahui tujuan hidup, kemudian menemukan talenta dan mengembangkannya di saat bersamaan. Saya ingat betul saat Bu Rita Triantari, guru bahasa Indonesia kami mau meluangkan waktu untuk membaca naskah pertama saya dan memberi masukan berharga. Atau Bapak Thio Hok Lay yang mendorong saya menulis, memberi saran, kemudian mengirimkannya ke surat kabar!

Buat saya, mengenal para pendidik yang cinta Tuhan dan rendah hati menjadi hak istimewa di masa remaja. Saat lulus di tahun 2012, saya tahu bahwa masa SMA sudah berakhir, tapi semua yang saya dapatkan di Kebon Dalem akan menjadi awal yang kuat untuk melangkah dan berkembang. Tiga tahun setelah saya lulus dan masih berjuang dengan naskah-naskah tulisan, akhirnya buku pertama terbit tepat ketika saya berusia 20 tahun! Beberapa tahun setelahnya, saya memenangkan banyak lomba menulis. Setiap tahunnya, saya punya kesempatan menyelesaikan satu buku dan menerbitkannya. Sampai hari ini, di usia 26 tahun, saya sudah menulis 15 buku.

Karena cinta menulis dan berasal dari daerah kecil di pinggiran Jawa Tengah, saya punya mimpi yang mungkin jarang dipikirkan oleh para remaja seumuran waktu itu. Saya ingin membangun rumah baca! Itu mimpi masa SMA yang terus menempel di pikiran. Tahun 2016, saya mencoba melangkah—membentuk komunitas kepenulisan online, kemudian mengoordinir 62 penulis untuk menulis buku bersama. Setelah dua tahun perjalanan panjang, dua buku karya 62 penulis berhasil terbit! Kami lalu menggunakan royaltinya untuk membangun rumah baca di daerah yang berlokasi jauh dari Gramedia dan toko buku lengkap. Rumah Baca Welcome Friends pertama didirikan di Kebumen pada tahun 2019. Ajaib, karena banyak orang mau ambil bagian dalam karya sosial ini. Kami memulainya hanya dengan puluhan buku dari gudang rumah saya, namun sepanjang tahun banyak orang sangat peduli terhadap literasi anak daerah—berdonasi buku bekas dan baru, dana, mainan anak, buku dan alat tulis, rak buku… kami menerima banyak cinta untuk anak daerah!

Rumah Baca Welcome Friends yang dulu diimpikan selama bertahun-tahun, kini sudah memiliki cabang di Kepulauan Riau. Bulan November 2020, kami sedang menyiapkan empat Rumah Baca Welcome Friends selanjutnya—di Garut, Lumajang, Bantul, dan Sukabumi. Sampai hari ini, total buku di Rumah Baca Welcome Friends sudah mencapai 5.000 buku! Beberapa sekolah yang tidak punya perpustakaan atau punya perpustakaan namun sangat minim bacaan menghubungi kami dan mengharapkan donasi buku. Selain sekolah, kami juga membantu beberapa rumah baca di daerah yang masih kekurangan bahan bacaan. Rumah Baca Welcome Friends bahkan punya kesempatan memberikan beasiswa pendidikan untuk anak-anak daerah!

Kalau menoleh ke belakang, saya ingat betul bahwa mimpi-mimpi dibentuk di masa SMA dan perjuangan dimulai di Kebon Dalem. Setiap detail karya dan pelayanan hari ini cuma hasil didikan dan kasih dari setiap guru yang mau membimbing dengan hati dan teman-teman yang sangat mendukung di masa remaja. Terima kasih Kebon Dalem! Bersyukur boleh menghabiskan tiga tahun terbaik di masa remaja bersama komunitas yang sangat membangun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top